Ke-1.
Angin membantu penyerbukan.
Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. [Al Hijr (15):22].
Ilmu biologi modern mengemukakan bahwa sarana pernyerbukan/perkawinan tanaman ada beberapa macam. Ada penyerbukan dengan bantuan serangga semisal lebah dan kupu-kupu, ada juga yang menggunakan bantuan angin. Angin meniupkan spora-spora tanaman dan membawanya pada tanaman lain. 1400 tahun yang lalu Al Qur’an mengemukakan fakta ilmiah tersebut yang mana ilmu Biologi tentang hal ini baru diketemukan beberapa tahun yang lalu.
Ke-2.
Di laut yang dalam tidak ada cahaya.
Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun. [An Nuur(24):40]
Lingkungan di laut dalam digambarkan dalam buku yang berjudul oceans:
Kegelapan di laut dalam ditemukan sekitar kedalaman 200 meter dan di bawahnya. Pada kedalaman ini, hampir tidak ada cahaya. Dibawah kedalaman 1000 meter tidak ada cahaya sama sekali
Sekarang, kita mengetahui mengenai struktur umum dari laut, ciri-ciri makhluk hidup didalamnya, salinitasnya, maupun jumlah air yang terdapat didalamnya, luas permukaan dan kedalamannya. Kapal selam dan peralatan khusus, yang dikembangkan dengan tekhnologi modern, memungkinkan ilmuwan untuk mendapatkan informasi ini.
Manusia tidak dapat menyelam lebih dari 40 meter tanpa bantuan peralatan khusus. Mereka tidak dapat hidup dikedalaman tanpa bantuan, dalam bagian gelap lautan, seperti pada kedalaman 200 meter. Oleh karena itu, ilmuwan hanya baru-baru ini saja menemukan potongan informasi rinci mengenai laut. Tetapi, pernyataan “kedalaman didalam lautan” digunakan dalam Surat An-Nur 1400 tahun yang lalu. Jelas ini merupakan salah satu mukjizat Al-Qur’an bahwa informasi tersebut diberikan ketika tidak ada peralatan yang tersedia guna memungkinkan manusia menyelam ke kedalaman laut.
Disamping itu, pernyataan didalam ayat 40 surat An-Nur “….” memperlihatkan kepada kita mukjizat yang lain dari Al-Qur’an.
Ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa terdapat gelombang internal, yang “terjadinya pada batas densitas atau kerapatan antara lapisan-lapizsan yang berbeda”. Gelombang internal ini menutup perairan yang dalam dari laut dan samudera karena air dalam mempunyai kerapatan yang lebih tinggi daripada air di atasnya. Gelombang internal berperilaku seperti gelombang permukaan. Mereka pecah, seperti gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tetapi dapat dideteksi dengan mempelajari suhu atau perubahan salinitas pada lokasi tertentu.
Pernyataan dalam Al-Quran persis sama seperti penjelasan diatas. Tanpa riset, kita hanya dapat melihat gelombang pada permukaan laut. Adalah tidak mungkin bagi seseorang untuk mengetahui mengenai gelombang internal di bawah laut. Tetapi, dalam surat An-Nur, Allah memberitahukan kepada kita mengenai jenis gelombang yang terjadi pada kedalaman lautan. Jelas, fakta ini, yang baru-baru ini saja ditemukan ilmuwan, sekali lagi menunjukkan bahwa Al-Qur’an merupakan firman Allah.
Ke-3.
Semakin naik kelangit semakin sedikit kadar oksigen sehingga kita sesak bernafas.
“Barangsiapa dikehendaki Allah diberi petunjuk, niscaya Allah akan melapangkan dadanya untuk berserah diri (kepada Allah). dan barangsiapa yang dikehendaki sesat, maka Allah menjadikan dadanya sempit dan sesak seolah-olah ia naik kelangit” [Al An'am 125].
Dari siapakah Muhammad saw tahu kalau kita naik kelangit akan sesak nafas kita karena kekurangan oksigen? Ayat ini turun 14 abad yang lalu yang belum ada penelitian tentang langit.
Ke-4.
Tiga kegelapan yang dilalui bayi dalam kandungan.
“Allah menciptakan kamu didalam perut Ibu mu tahap kejadian demi tahap kejadian didalam gelap yang tiga”. [Az Zumar(39):6].
Dalam pameran Islam di London terpampang kaligrafi dengan tulisan ayat Al Quran tersebut, berserta terjemahannya dalam bahasa Inggris. Lalu masuklah dokter ahli bedah kandungan bangsa inggris, yang jelas tak beragama Islam. setelah melihat benda yang dipajang akhirnya ia melihat kaligrafi tersebut. Tentu ia tidak tahu huruf kaligrafi tersebut, tapi setelah membaca terjemahannya ia sungguh kagum dan heran. Sebagai ahli kandungan dia mengetahui bahwa bayi yang terdapat dalam rahim ibunya di lindungi oleh tiga lapisan selaput halus tapi kuat. selaput itu adalah Amnion membrane, Decudea membrane, dan Chorion membrane. Dokter itu terpesona karena mengetahui ayat itu turun 14 abad yang lalu, disaat bangsa Eropa dan amerika tenggelam dalam kebodohan. Dari mana Muhammad saw tahu bahwa dalam rahim ada tiga kegelapan yang harus di lewati si bayi, yaitu tiga selaput membrane tersebut?
Ke-5.
Ubun-ubun di kepala (otak) kita yang mengendalikan gerakan kita.
Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. [Al ‘Alaq(96):15-16]
Ungkapan “(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” pada ayat diatas adalah paling menarik. Riset yang dilakukan pada tahun-tahun belakangan ini mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertanggung jawab atas manajemen fungsi-fungsi tertentu dari otak, terletak pada bagian depan tengkorak. Ilmuwan baru menemukan fungsi bagian ini, yang ditunjukkan Al-Qur’an 1400 tahun yang lalu, dalam waktu 60 tahun terakhir. Jika kita melihat pada bagian dalam tengkorak di bagian depan kepala, kita akan menemukan bagian depan dari cerebrum. Sebuah buku yang berjudul “Essentials of Anatomy and Physiology”, yang mencakup hasil-hasil riset paling akhir mengenai fungsi-fungsi bagian ini, mengatakan:
“Motivasi dan pemikiran untuk merencanakan melakukan gerakan terdapat pada bagian anterior dari frontal lobes, bagian prefrontal. Ini merupakan bagian dari cortex asosiasi…..”
Buku tersebut juga mengatakan:
Dalam hubungan dengan keterlibatannya dalam gerakan, bagian prefrontal juga dianggap merupakan pusat fungsional bagi penyerangan…
Jadi, bagian cerebrum ini bertanggung jawab atas perencanaan, motivasi, dan menimbulkan perilaku baik dan berdosa, dan bertanggung jawab atas orang berbohong atau mengatakan yang benar.
Jelas bahwa pernyataan “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” benar-benar berhubungan dengan penjelasan diatas. Fakta ini, yang baru ditemukan ilmuwan dalam waktu 60 tahun terakhir, dinyatakan Allah dalam Al-Qur’an sejak lama.
Ke-6.
Jari jemari itu telah disusun dengan sedemikian rupa sehingga sidik jari setiap orang itu berbeda-beda.
Apakah manusia mengira, bahwa kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna. [Al Qiyaamah(75):4]
Penekanan pada sidik jari mempunyai arti khusus. Ini karena sidik jari setiap orang unik hanya untuknya sendiri. setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini mempunyai sejumlah sidik jari.
Itulah sebabnya mengapa sidik jari diterima sebagai bukti identitas yang sangat penting, khusus hanya untuk pemiliknya, dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh dunia.
Tetapi yang terpenting adalah bahwa sidik jari ini baru ditemukan pada akhir abad ke-19. sebelum itu, orang-orang menganggap sidik jari hanya sebagai lekukan biasa tanpa arti khusus. Tetapi dalam Al-Qur’an, Allah menunjukkan ujung jari, yang tidak menarik perhatian siapapun pada waktu itu, dan menunjukkan kepada kita arti pentingnya – yang pada akhirnya dipahami di zaman kita.
Ke-7.
Matahari dan bulan itu bergerak sesuai dengan orbitnya.
Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. [Al Anbiyaa’(21):33]
Disebutkan juga pada ayat yang lain, bahwa matahari tidak statis tapi bergerak dalam orbit tertentu:
dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. [Yaasiin (36):38]
Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al-Qur’an ini telah ditemukan pada pengamatan astronomi di zaman kita. Menurut perhitungan para astronom, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa 7200 km/jam ke arah bintang Vega pada orbit tertentu yang disebut dengan Solar Apex. Ini berarti bahwa matahari bergerak kira-kira 17.280.000 km/hari. Bersama dengan matahari, semua planet-planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga menempuh jarak yang sama. Di samping itu, semua bintang di alam jagad raya mempunyai gerak yang sama yang terencana.
Ke-8.
Jagad raya ini penuh dengan jalur-jalur dan orbit-orbit.
Demi langit YANG MEMPUNYAI JALAN-JALAN, [Adz Dzaariyaat (51):7]
Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam raya dengan hampir 200 milyar bintang didalam masing-masing galaksi. Kebanyakan dari bintang-bintang ini mempunyai planet, dan kebanyakan planet mempunyai satelit. Semua benda-benda langit ini bergerak dalam suatu orbit yang dihitung secara akurat. Selama jutaan tahun masing-masing telah “berenang” sepanjang orbitnya sendiri dalam suatu harmoni dan keteraturan yang sempurna satu sama lain. Disamping itu, banyak komet juga bergerak, pada orbit-orbit yang ditentukan untuknya. Orbit di jagad raya tidak hanya terbatas pada benda-benda langit. Galaksi juga bergerak dalam suatu kecepatan yang luar biasa dalam suatu orbit yang terhitung dan terencana.
Selama gerakan ini, tidak satupun dari benda-benda langit ini, yang melintasi satu sama lain atau berbenturan satu sama lain. Tentu saja ketika Al-Qur’an diwahyukan, manusia tidak memiliki teleskop atau tekhnologi pengamatan yang canggih untuk mengamati jutaan kilometer ruang angkasa, juga tidak mempunyai pengetahuan modern, fisika atau astronomi. Oleh karenanya, pada waktu itu tidak mungkin untuk menentukan secara ilmiah bahwa ruang angkasa penuh dengan “jalur dan orbit” sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini. Tetapi, ini dinyatakan secara terbuka di Al-Qur’an yang diwahyukan pada waktu itu, karena Al-Qur’an merupakan firman Allah.
Ke-9.
Jagad raya itu terus mengembang.
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya KAMI BENAR-BENAR MELUASKANNYA. [Adz Dzaariyaat (51):47]
Kata “langit” sebagai mana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di berbagai tempat dalam Al-Qur’an dengan arti ruang dan jagad raya. Sekali lagi disini, kata tersebut digunakan dalam arti ini. Dengan kata lain, didalam Al-Qur’an diwahyukan bahwa jagad raya ini “berkembang”. Dan ini merupakan kesimpulan sebenarnya yang telah dicapai oleh ilmu pengetahuan sekarang. Sampai awal abad 20, satu-satunya pandangan yang berlaku di dunia Ilmu Pengetahuan adalah bahwa “jagad raya mempunyai sifat yang konstan dan telah ada sejak waktu yang tidak terbatas”. Tetapi riset, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan tekhnologi modern, telah mengungkapkan bahwa jagad raya sebenarnya telah dimulai diciptakan, dan terus “berkembang”. Pada awal abad ke-20, ahli fisika Rusia yang bernama Alexander Friedman dan ahli kosmologi Belgia yang bernama Georges Lemaitre secara teoritis menghitung bahwa jagad raya ini selalu dalam keadaan bergerak dan berkembang. Fakta ini dibuktikan juga oleh data observasi pada tahun 1929. ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, ahli astronomi Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus menerus bergerak menjauh satu sama lain. Sebuah jagad raya dimana ia bergerak menjauh dari yang lainnya menunjukkan suatu jagad raya yang terus menerus berkembang. Fakta ini dijelaskan dalam Al-Qur’an ketika masih belum ada orang yang mengetahuinya. Ini karena Al-Qur’an merupakan firman Allah, Pencipta, dan Penguasa seluruh alam. Stephen Hawking (pengarang ‘A Brief History of Time’) menyatakan: ‘The universe is not static, as had previously been thought, it is expanding’.
Ke-10.
Langit mempunyai fungsi yang penting bagi kelangsungan hidup di bumi
Dan Kami menjadikan langit itu sebagai ATAP YANG TERPELIHARA, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. [Al Anbiyaa’ (21):32]
Ciri langit ini telah dibuktikan oleh riset ilmiah yang dilakukan pada abad ke-20.
Atmosfer yang mengelilingi bumi mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup. Sambil menghancurkan banyak meteor-meteor besar dan kecil ketika mencapai bumi, atmosfer ini mencegahnya jatuh ke bumi dan merusak makhluk hidup. Disamping itu, atmosfer menyaring berkas sinar yang datang dari ruang angkasa yang berbahaya bagi makhluk hidup. Yang menarik, atmosfer hanya membiarkan sinar-sinar dekat ultra violet, dan gelombang radio. Semua radiasi ini penting bagi kehidupan. Berkas sinar dekat ultra violet, yang hanya sebagian masuk kedalam atmosfer sangat penting bagi fotosintesis tumbuhan dan kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Sebagian besar berkas ultra violet yang intens yang dipancarkan dari matahari disaring oleh lapisan ozon atmosfer dan hanya sebagian kecil saja dari spektrum ultra violet yang sampai ke bumi. Fungsi perlindungan atmosfer tidak hanya sampai disini.
Atmosfer juga melindungi bumi dari dinginnya luar angkasa yang membekukan yaitu sekitar minus 270 derajat celcius..Bukan hanya atmosfer yang melindungi bumi dari efek yang berbahaya ini. Disamping atmosfer, Sabuk Van Allen, sebuah lapisan yang disebabkan oleh medan megnaetik bumi, juga berfungsi sebagai pelindung terhadap radiasi yang berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lain, sangat mematikan terhadap makhluk hidup. Apabila tidak ada Sabuk Van Allen, ledakan yang hebat dari energi yang disebut dengan solar flares yang sering kali terjadi pada matahari akan menghancurkan semua kehidupan di muka bumi.
Doktor Hugh Ross mengatakan sesuatu yang penting mengenai Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:
Sebenarnya, bumi mempunyai kepadatan yang paling tinggi diantara planet didalam sistem solar kita. Inti besar yang terdiri dari nikel dan besi bertanggung jawab atas medan magnet kita yang besar. Medan magnet ini menghasilkan pelindung radiasi Van Allen, yang melindungi bumi dari bombardir radiasi. Apabila pelindung ini tidak ada, kehidupan tidak akan mungkin ada diatas bumi. Satu-satunya planet lain yang berbatu yang mempunyai medan magnet adalah Mercurius -tetapi kekuatan medannya 100 kali lebih lemah dari dari kekuatan medan magnet bumi. Bahkan Venus, saudara planet kita, tidak mempunyai medan magnet sama sekali. Pelindung radiasi Van Allen merupakan suatu rancangan yang unik pada bumi
Energi yang dipancarkan dalam salah satu ledakan saja yang terdeteksi pada tahun-tahun terakhir dihitung ekuivalen dengan deteksi 100 juta bom atom yang sama yang dijatuhkan di Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah ledakan, diamati bahwa jarum magnetik kompas menunjukkan gerakan yang luar biasa dan 250 km diatas atmosfer bumi, suhu meningkat diatas 2500 derajat celcius.
Singkatnya, suatu sistem yang sempurna bekerja diatas bumi kita. Dia mengelilingi bumi dan melindungi bumi kita dari ancaman eksternal. Para ilmuwan baru-baru ini saja mengetahui, tetapi di abad-abad yang lalu, Allah memberitahukan kepada kita dalam Al-Qur’an tentang fungsi atmosfer bumi sebagai suatu lapisan pelindung.
Ke-11.
Proses pembentukan hujan itu.
Bagaimana hujan terbentuk tetap masih merupakan misteri besar untuk beberapa tahun yang lalu. Hanya setelah radar cuaca ditemukan menjadi mungkin untuk menemukan tahap-tahapan bagaimana hujan terbentuk. Menurut temuan ini, pembentukan hujan terjadi dalam tiga tahapan. Pertama, bahan baku hujan naik ke udara dengan angin. Kemudian, awan-awan terbentuk, dan akhirnya muncul titik-titik hujan. Penjelasan mengenai pembentukan hujan menyebutkan dengan pasti proses ini. Dalam salah satu ayat, pembentukan ini digambarkan sebagai berikut:
Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira. [Ar Ruum (30):48]
Sekarang mari kita selidiki tiga tahapan yang dijelaskan dalam ayat tersebut secara lebih teknis.
Tahap Pertama
“Allahlah yang mengirimkan angin…”
Tidak terhitung gelembung udara yang terbentuk oleh busa laut secara terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air terangkat ke langit. Partikel-partikel ini, yang kaya dengan garam kemudian terbawa oleh angin dan naik ke Atmosfer. Partikel-partikel ini, yang disebut dengan Aerosol, berfungsi sebagai perangkap air dan membentuk titik-titik awan dan mengumpulkan air di setiap uap air sendiri, yang naik dari laut sebagai titik-titik kecil.
Tahapan Kedua
“…yang menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal…”
Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengalami kondensasi kristal garam atau partikel debu di udara karena titik-titik air pada awan ini sangat kecil (diameternya antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan tersebut mengalami suspensi di udara, dan menyebar di langit. Jadi, langit tertutup dengan awan
Tahap Ketiga
“…lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya”
Partikel air yang mengelilingi kristal garam dan partikel debu menebal dan membentuk titik hujan, sehingga titik-titik tersebut menjadi lebih berat dari udara dan meninggalkan awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan. Sebagaimana telah kita lihat, setiap tahapan dalam pembentukan hujan diceritakan dalam ayat Al-Qur’an. Disamping itu, tahapan-tahapan ini dijelaskan secara akurat dengan urutan yang benar. Sebagaimana pada fenomena alam lainnya di Bumi, Allah memberikan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini juga, dan memberitahukannya kepada orang-orang melalui Al-Qur’an sebelum ditemukannya. Dalam ayat yang lain, ada informasi yang diberikan mengenai pembentukan hujan:
Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. [An Nuur (24):43]
Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan menemukan hasil yang mengagetkan mengenai pembentukan awan-awan hujan. Awan hujan terbentuk dan berbentuk sesuai dengan sistem dan tahapan tertentu. Tahapan pembentukan cumulonimbus, sejenis awan hujan adalah sebagai berikut:
Tahap Pengarakan :
Awan-awan terbawa, artinya mereka digerakkan oleh angin.
Tahap Penggabungan :
Kemudian, awan-awan kecil (awan-awan cumulus) digerakkan oleh angin bersama, yang membentuk awan yang lebih besar.
Tahap Penumpukan :
Ketika awan-awan kecil bergabung, dorongan ke atas didalam awan yang lebih besar meningkat. Dorongan ke atas dekat pusat awan lebih kuat daripada bagian pinggirnya. Dorongan ke atas ini menyebabkan badan awan bergerak secara vertikal, sehingga awan itu bertumpuk-tumpuk. Pertambahan vertikal ini menyebabkan tubuh awan masuk ke daerah yang lebih dingin di atmosfer, dimana titik-titik air dan salju terbentuk dan membesar. Ketika titik-titik air dan salju terbentuk dan membesar. Ketika titik-titik air dan salju ini menjadi terlalu berat untuk didukung dorongan ke atas, mereka mulai jatuh dari awan sebagai hujan, salju dan lain-lain. Kita harus ingat bahwa ahli meteorologi baru-baru ini saja mengetahui rincian pembentukan awan, struktur dan fungsinya, dengan menggunakan peralatan canggih seperti pesawat, satelit, komputer dan lain-lain. Ini jelas bahwa Allah memberikan sepotong informasi yang tidak mungkin diketahui 1400 tahun yang lalu.
Ke-12.
Madu sebagai obat yang menyembuhkan.
kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. [An Nahl (16) : 69].
Terang sekali bahwa Al Qur’an 14 abad yang lalu mengatakan bahwa didalam madu terdapat obat yang dapat menyembuhkan manusia. Hal ini ternyata sangat sesuai dengan penenlitian modern tentang madu. http://www.aol40.com/honey_healing.htm
From : http://www.pharmabiz.com/article/detnews.asp?articleid=105§ionid=1
Benefits of using honey are. Honey will heal all stomach ulcers and if applied on skin will heal skin ulcers. Applied on skin burns will help healing and infection. Honey will heal all burns better then available medication. Honey contains anti oxidants, multi-vitamins and demonstrates antiviral, antibacterial properties. Honey is great medicine for the skin. It is now showing great promise as a skin moisturizer. Not only does it help retain moisture, it resembles the skin’s natural moisturizing factor.
Ke-13.
Dari air dijadikan segala sesuatu yang hidup.
Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (The Noble Quran, 21:30)”
“Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (The Noble Quran, 24:45)”
Protoplasma merupakan zat utama pembentuk tubuh makluk hidup. Dan 80 sampai 85% protoplasma terdiri dari air. Tepat sama dengan apa yang dikatakan Al Qur’an 1400 tahun yang lalu di daerah gurun yang jarang air.
“Protoplasm is the basis of all living matter, and ‘the vital power of protoplasm seems to depend on the constant presence of water’ (Lowsons’ Text-book of Botany, Indian Edition. London 1922, p. 23
‘Living protoplasm always contains a large amount of water.’ ” (T.J. Parker and W.A. Haswell, Textbook of Zoology, London, 1910, Vol I. p. 15)
Ke-14.
Gunung sebagai pasak.
dan gunung-gunung sebagai pasak [An Naba’ (7 : 7].
Al Qur’an menyatakan bahwa gunung-gunung sebagai pasak bagi bumi. Hal ini sangat bersesuaian dengan penemuan Geologi terbaru.
The mountains, like pegs, have deep roots embedded in the ground. (Anatomy of the Earth, Cailleux, p. 220)
Professor Emeritus Frank adalah penasehat Ilmu Pengetahuan Jimmy Carter (mantan presiden AS), dan 12 tahun menjadi President of the National Academy of Sciences, Washington, DC. Dalam bukunya yakni Earth mengatakan bahwa gunung mempunyai akar-akar didasarnya. Akar-akar ini jauh menghujam di bumi jadi gunung bagi bumi seperti pasak.
Baca artikel lengkapnya disini <http://www.aol40.com/mountains.htm>
Ke-15.
Al Qur’an mengisyaratkan bahwa Manusia dapat melintasi penjuru langit.
“Hai jama’ah jin dan manusia,jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan”. [Ar Rahmaan (55):33].
Isyarat Al Qur’an bahwa manusia dapat melintasi penjuru langit itu dikemukakan 1400 tahun yang lalu. Dimana tidak seorang pun manusia yang berpikir dapat menembus langit. Keinginan manusia agar dapat terbang menembus langit itu baru ada di abad ke 19. Dan pada abad 20 manusia benar-benar dapat terbang menembus langit. Tapi Al Qur’an 14 abad yang lalu sesungguhnya sudah mengisyaratkan bahwa manusia dapat terbang menembus langit dan hal itu tidak mungkin kecuali dengan kekuatan.
Ke-16.
Al Qur’an menerangkan bahwa langit dan bumi itu dulunya satu lalu dipisahkan. Teori Big bang.
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? [Al Anbiyaa’ ( ) : 30].
Tepat seperti penemuan para Ilmuwan.
Baca di : <http://www.aol40.com/hot_gas.htm>
Diambil dari :
http://www.islamic-awareness.org/Quran/Sci…scientists.html
- Prof. DR. Joe Leigh Simson, Ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi dan Professor bidang Moleculer dan Genetika Manusia, Baylor College Medicine, Houston AMERIKA : “Agama dapat menjadi petunjuk yang berhasil untuk pencarian ilmu pengetahuan. Dan agama ISLAM dapat mencapai sukses dalam hal ini. Tidak ada pertentangan antara ilmu GENETIKA dan AGAMA. Kenyataan di dalam ALQURAN yang ditunjukkan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid. Al-Quran yang berasal dari ALLAH mendukung Ilmu Pengetahuan”
- Prof. Marshall Johson, Guru besar Ilmu Anatomi dan Perkembangan Biologi, Universitas Thomas Jefferson, Philadelphia, Pennsylvania, AS : ” Nabi Muhammad SAW sebagai buku ilmu pengetahuan dari ALLAH”. 3. Prof. TVN Persaud, Ahli Anatomi, Ahli Kesehatan Anak-anak dan Ahli Ginekologi kebidanan dan Ilmu Reproduksi di Universitas Menitoba, Winnipeg, Menitoba, Kanada : ” Al-Quran adalah sebuah kitab, petunjuk, kebenaran, bukti dan kebenaran yang abadi bagi kita sampai akhir zaman”
- Prof. Tejatat Tejasen, Ketua Jurusan Anatomi Universitas Thailand, Chiang Mai :” Semua yang tertulis didalam Al-Quran pasti sebuah kebenaran yang dapat dibuktikan”
- Prof. Alfred Kroner, Ketua Jurusan Geologi Institute Geosciences, Universitas Johannes Guttenburg, Maintz, Jerman : ” …. Metode ilmiah modern sekarang membuktikan apa yang telah dikatakan Muhammad 1400 tahun yang lalu. Al-Quran adalah buku teks ilmu pengetahuan yang simple dan sederhana untuk orang yang sederhana ( ketika zaman rasulullah ilmu pengetahuan masih minim alias belum ada tapi sekarang dibuktikan )”
- Prof. Palmer, Ahli Geologi ternama Amerika Serikat. ” Al-Quran adalah kitab yang menakjubkan yang menggambarkan masa lalu, sekarang, dan masa depan.”
- Prof. Shroeder, Ilmuwan Kelautan dari Jerman. ” Ilmuwan itu sebenarnya hanya menegaskan apa yang tertulis di dalam Al-Quran beberapa tahun yang lalu. Para Ilmuwan sekarang hanya menemukan apa yang tekah tersebut di dalam Al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu.”
- Prof. Yoshihide Kozai, Guru Besar Universitas Tokyo Direktur The National Astronomical Observatory,Mikata, Tokyo, Jepang” Dengan membaca Al-Quran, saya dapat menemukan jalan masa depan saya untuk investigasi alam semesta”.
- “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajad” (QS Al-Mujaadilah : 11)
- Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah orang yang berilmu” ( QS Al-Faathir : 28 )
- “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran” (QS Az-Zumar : 9)
- “Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran” (QS Ar-Ra’d:19)
Situs-situs bagus:
- http://www.aol40.com/sci_quran.htm
- http://www.it-is-truth.org/
- http://www.rationalreality.com/
- http://fakir60.tripod.com/
- http://numerical19.tripod.com/
Ke-17
KEWUJUDAN ZARAH-ZARAH SUB- ATOM
Pada zaman dahulu, teori “atominisme” yang telah diketengahkan oleh seorang Greek bernama Democritus (hidup pada 2300 tahun dahulu) telah diterima pakai oleh manusia. Mereka percaya unit yang paling kecil ialah atom. Teori ini juga dipercayai oleh orang Arab pada masa itu, sehingga terdapat perkataan Arab “zarah” yang bermaksud atom. Walau bagaimanapun, para saintis moden mengatakan bahawa satu zarah atom boleh dipecahkan / dibahagikan. Ini adalah hasil penemuan sains abad yang ke-20 . Pada abad yang ke-14, penemuan ini tentunya dianggap sebagai suatu yang pelik walaupun kepada penduduk Arab pada ketika itu. Ini kerana, mereka percaya bahawa unit yang paling kecil ialah atom (zarah) dan tidak mungkin dapat memecahkannya / membahagikannya. Tetapi, Al-Quran tidak menerima konsep yang mengatakan bahwa atom tidak boleh dipecahkan / dibahagikan.
Dan orang-orang yang kafir berkata: “Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami”. Katakanlah : “Pasti datang, demi Tuhanku Yang Mengetahui yang ghaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripadaNya seberat zarahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (LauhMahfuz). (Surah Saba”: 3)
Ayat Al-Quran ini menerangkan tentang Kekuasaan Allah, dan ditegaskan dalam ayat ini bahawasanya Allah mengetahui segala-galanya ; sama ada benda tersebut dapat dilihat atau tersembunyi, dan sama ada sesuatu benda itu lebih besar atau lebih kecil daripada satu zarah atom. Oleh itu, ayat ini dengan jelas menyebutkan tentang adanya unit yang lebih kecil daripada atom (zarah), satu fakta yang hanya dapat diketahui melalui kajian sains moden. Selain itu, Allah menceritakan perkara yang sama dalam surah Yunus, ayat 61.
Ke-18
PEMISAH ANTARA AIR TAWAR (SUNGAI) DAN AIR MASIN (LAUT)
Perhatikan ayat Al-Quran di bawah.
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu . Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. (Surah Ar-Rahmaan : 19-20)
Dalam ayat Al-Quran di atas, perkataan “Barzaakh” digunakan untuk menunjukkan makna pemisah atau pengasing antara dua benda, tetapi bukan dalam bentuk jisim. Selain itu, perkataan “maraja” juga digunakan dalam ayat ini. Perkataan “maraja” bermaksud, berjumpa atau bergaul. Penggunaan dua perkataan yang mempunyai maksud yang berbeza ini telah meyukarkan ahli-ahli tafsir pada zaman dahulu membuat tafsiran tentang kedua-duanya ; iaitu ia berjumpa dan bergaul, tetapi pada masa yang sama terdapat penghalang / pemisah di antara kedua-duanya. Walau bagaimanapun, sains moden juga telah menjumpai satu fenomena di mana apabila air tawar (sungai) dan air masin (laut) berjumpa dan bergaul, terdapat pemisah atau penghalang di antara kedua-duanya untuk bercampur. Ini menyebabkan terdapat perbezaan antara 2 jenis air ini, dari segi suhu, kemasinan dan kepekatan. (Sila rujuk buku Principles of Oceanography, Davis m/s 92-93)
Sains moden sekarang dapat memberi penjelasan tentang fenomena ini (terdapat pemisah antara kedua-dua jenis air). Pada peringkat awal, memang terdapat pemisah antara dua jenis air ini apabila mereka bertemu (di kuala sungai). Walaupun begitu, apabila air tawar (sungai) memasuki kawasan lautan, ia dengan sendirinya menjadi air masin.
Fenomena yang terdapat dalam Al-Quran dijelaskan oleh Dr. William Hay, Seorang saintis marin dan Profesor Sains Geologi di Universiti Colorado, U.S.A.
Fenomena ini juga diceritakan dalam ayat Al-Quran di bawah ini.
“. . dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut ?..” (Surah An-Naml : 61)
Fenomena ini berlaku di beberapa buah tempat contohnya : pemisah di antara Lautan Mediteranean dan Lautan Atlantik di Giblartar.
Walau bagaimanapun, apabila Al-Quran menyebut tentang pembahagi di antara dua jenis air ini, disebut juga tentang kewujudan “Dinding dan batas” bersama-sama pembahagi tersebut.
“DanDialah yangmembiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalanginya” (Surah Al-Furqan : 53)
Sains moden telah menemui bahawa di kuala-kuala sungai, iaitu suatu tempat di mana kedua-dua jenis air tadi bertemu, berlaku keadaan yang berbeza daripada apa yang berlaku di tempat dua lautan bertemu. Sains moden juga menemui bahawa bahan yang menyebabkan penukaran air sungai menjadi air masin apabila memasuki kawasan lautan di kuala-kuala sungai dikenali sebagai “Pycnocline Zone with a marked density discontinuity separating the two layers”.
Fenomena ini juga hanya berlaku di sesetengah tempat sahaja ; antaranya di Mesir, di mana sungai Nil bertemu dengan Lautan Mediteranean.
Ke-19
HAIWAN-HAIWAN & BURUNG-BURUNG HIDUP DALAM KOMUNITI
“Dan tiadalah haiwan-haiwan yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua-dua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu..” (Surah Al-An ‘aam : 38)
Kajian menunjukkan haiwan-haiwan dan burung-burung hidup berkomuniti.
Ke-20
KUMPULAN BURUNG-BURUNG YANG BERTERBANGAN
Berkenaan dengan perkara di atas, Allah S.W.T. berfirman dalam Al-Quran.:
“Tidakkah mereka memerhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (Kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (Surah An-Nahl : 79)
Perkara yang sama telah diulang dalam ayat Al-Quran yang lain.
“Dan apakah mereka tidak memerhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.” (Surah Al-Mulk: 19)
Perkataan Arab yang digunakan dalam ayat Al-Quran di atas ialah “amsaka”, yang bermaksud memegang, menyambar atau menahan. Penggunaan perkataan ini membuktikan Allah ‘menerbangkan’ burung-burung dengan kuasa-Nya. Kedua-dua ayat di atas menekankan tentang pergantungan burung-burung kepada kuasa Allah untuk terbang di langit. Data sains menunjukkan darjah kesempurnaan yang dimiliki oleh sesetengah spesis burung dalam cara mereka bergerak dan terbang. Jika kita melihat kepada penerbangan burung-burung yang kecil, yang berupaya untuk terbang jauh dan menempuhi kesusahan sepanjang perjalanan tersebut dan ini menunjukkan makhluk ini dikuasai oleh kuasa yang kuat, iaitu kuasa Ilahi. Di samping itu, mereka juga dapat terbang ke tempat lain, tetapi dapat kembali ke tempat yang hampir sama ; seakan-akan mereka diprogramkan oleh Allah S.W.T.
Profesor Hamburger dalam bukunya “Power and Fragility”
menceritakan tentang sejenis spesis burung; Burung ‘Mutton’.
Burung ini tinggal di Lautan Pasifik. Beliau menceritakan bahawa burung ini dapat terbang hampir 15,000 batu dalam bentuk ‘8’ yang mengambil masa 6 bulan. Ajaibnya, burung ini dapat terbang dan pulang ke tempat yang sama! Sudah tentu seekor haiwan yang lemah tidak dapat melakukannya tanpa di’programm’kan oleh Allah Taala.
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah : “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibina oleh manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)..” (Surah An-Nahl: 68-69)
Von-Frish menerima hadiah ‘Noble” pada tahun 1973, kerana kajian beliau yang mendalam tentang lebah. Hasil daripada kajian itu mendapati lebah dapat berkomunikasi dan dapat memberitahu dengan tepat kepada lebah-lebah yang lain jika ia terjumpa bunga atau kebun baru. Cara lebah ini memberitahu lebah-lebah lain ialah melalui gerakannya ; ‘Bee Dance’ . Dengan menggunakan peralatan fotografi, maksud sebenar ‘Bee Dance’ cara lebah berkomunikasi telah dapat dipastikan secara saintifik.
Lebah pekerja atau askar lebah terdiri daripada lebah betina. Ini dapat dibuktikan dalam ayat al-Quran di atas (Surah An-Nahl:68-69). Ini kerana, dalam ayat tersebut perkataan ‘fasluki’ dan ‘kuli’ (kedua-dua perkataan ini menggunakan kata ganti nama bagi perempuan). Sedangkan pada zaman dahulu manusia beranggapan bahawa lebah yang bekerja (mencari madu dan lain-lain) adalah lebah jantan. Tambahan lagi, tanggapan salah ini ada disebut oleh Shakespeare dalam dramanya “Henry The Fourh”
Walaubagaimanapun, manusia hanya menyedari tentangnya lebih kurang 300 tahun dahulu melalui kajian-kajian moden. Oleh itu, jelaslah bahawa lebah yang bekerja (Worker Bee) dan menyelaraskan sarang (Queen Bee) adalah lebah betina.
Ke-21
SARANG LABAH-LABAH / TEMPAT TINGGAL YANG TIDAK KUKUH
Al-Quran menyebutkan tentang perkara ini dalam ayat di bawah.
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah, seperti labah-labah yang menbuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah labah-labah kalau mereka mengetahui.” (Surah AlAnkabuut: 41)
Ayat ini menjelaskan betapa lemahnya sarang labah-labah dan ia juga menjelaskan bahawasanya hubungan kekeluargaan labah-labah adalah lemah; labah-labah betina memakan pasangannya, labah-labah jantan.
Ke-22
CARA HIDUP & CARA KOMUNIKASI SEMUT
Perhatikan ayat Al-Quran di bawah.
“Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tenteranya daripada jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan) Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut : “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tenteranya, sedangkan mereka tidak menyedari.” (Surah An-Naml: 17-18)
Pada masa dahulu, mereka yang membaca ayat ini akan mempersendakannya, dan mengatakan bahawa Al-Quran adalah sebuah cerita dongeng kerana ia menceritakan perihal semut bercakap antara satu sama lain. Bagaimanapun, sains moden telah membuktikan bahawa corak kehidupan sejenis serangga yang hampir sama dengan corak kehidupan manusia ialah semut. Ini boleh dilihat dalam aspek-aspek tertentu seperti di bawah :
- Semut akan menanam semut lain yang mati, dan ini menyamai manusia.
- Mereka mengamalkan sistem yang sama seperti manusia dalam melakukan kerja ;terdapat pekerja2 dan ketua2 dalam melakukan sesuatu kerja.
- Mereka ber’cakap’ pada waktu-waktu tertentu.
- Mereka menggunakan sistem yang canggih untuk berkomunikasi.
- Mereka menukar barang-barang mereka dalam ‘pasar harian’.
- Mereka dapat menyimpan biji-bijian dengan lama pada musim sejuk. Apabila biji-bijian itu bercambah, mereka akan memotongnya untuk mengelakkannya daripada rosak. Jika, biji-bijian tersebut terkena air, mereka akan mengeluarkan-nya untuk dijemur di bawah panas matahari.
Ke-23
KITARAN DARAH DAN PENGHASILAN SUSU
Al-Quran diturunkan 600 tahun sebelum pakar sains, Ibnu Nafees menghuraikan tentang kitaran darah dan 1,000 tahun sebelum William Harwey memperkenalkan konsep ini kepada dunia barat. Pada 1,400 tahun dahulu, semasa Al-Quran diturunkan, manusia tidak mengetahui bagaimanakah terbentuknya susu (dalam badan). Walaubagaimanapun, Al-Quran telah menyebut tentangnya terlebih dahulu.
Huraian dalam Al-Quran tentang penghasilan susu (dalam badan) amatlah bertepatan dengan penemuan fisiologi moden. (Rujukan buku “The Bible, the Qur’an, and Science”, Dr.Maurice Bucaille).
“ Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang terdapat dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.” (Surah An Nahl: 66)
“Dan sesungguhnya pada haiwan-haiwan ternak; benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada haiwan-haiwan ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebahagian daripadanya kamu makan.” (Surah Al-Mukminuun: 21)
Ke-24
BENTUK BUMI YANG SFERA
Pada zaman dahulu, manusia percaya bahawa bumi adalah rata. Ini menyebabkan manusia takut untuk belayar jauh ; takut kalau terjatuh di hujung dunia! Orang pertama yang membuktikan alam ini berbentuk sfera ialah Sir Francis Drake apabila beliau belayar mengelilingi dunia pada tahun 1597.
Cuba perhatikan ayat Al-Quran di bawah yang menceritakan tentang pertukaran malam dan siang yang bersilih ganti.
“Tidakkah kamu memperhatikan, bahawa sesungguhnya Allah memasukkan malam kedalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam” (Surah Luqman : 29)
“Memasukkan” di sini bermaksud Allah S.W.T. menukarkan malam kepada siang dan siang kepada malam secara perlahan-lahan. Fenomena ini hanya boleh berlaku sekiranya dunia ini berbentuk sfera. Jika dunia ini rata, pastinya pertukaran malam kepada siang dan siang kepada malam akan berlaku secara tiba-tiba..
Ayat Al-Quran di bawah juga menceritakan tentang dunia yang berbentuk sfera.
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar ; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam. (Surah Az-Zumar: 5)
Perkataan Arab yang digunakan di sini ialah “kawwara” yang bermaksud menutup, sebagaimana serban menutup kepala. Penutupan secara “kawwara” yang bersilih ganti hanya boleh berlaku jika dunia ini berbentuk sfera.
Dunia ini sebenarnya bukanlah bulat seperti bola, tetapi “Geo-Spherical”, iaitu dunia ini mendatar di Kutub Utara dan Selatan. Ini dijelaskan dalam ayat Al-Quran di bawah;
“Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya”(Surah An-Naazi ‘aat: 30)
Perkataan Arab “dahaaha” di sini bermaksud telur burung unta. la juga bermaksud sesuatu yang luas terbentang ( seperti dalam tafsiran, Yusuf Ali). Bentuk telur burung unta pula menyerupai bentuk bumi, iaitu bentuk “Geo-Spherical”.
Oleh itu, Al-Quran dengan tepatnya menjelaskan bentuk sebenar bumi, walaupun manusia pada masa Al-Quran diturunkan mempercayai bahawa dunia ini berbentuk datar.
Ke-25
CAHAYA BULAN ADALAH CAHAYA YANG DIPANTULKAN
Pada zaman dahulu, manusia mempercayai bulan mempunyai cahayanya yang tersendiri. Tetapi, fakta sains moden mengatakan bahawa cahaya bulan sebenarnya cahaya yang dipantulkan. Dan ini menyamai fakta yang terdapat dalam Al-Quran yang diturunkan pada 1,400 tahun dahulu. Ayat Al-Quran yang menceritakan tentang perkara ini ialah:
“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. (Surah Al-Furqan : 61)”
Perkataan Arab yang digunakan dalam ayat di atas yang membawa maksud matahari ialah “shams”. la juga dirujuk sebagai “siraaj” yang bermaksud obor dan “wahhaaj” yang bermaksud lampu yang bernyala serta “diyaa” yang bermaksud sinaran (shinning glory). Ketiga-tiga perkataan tersebut adalah sesuai untuk menggambarkan matahari, memandangkan ia (matahari) menghasilkan haba dan cahaya melalui “Internal Combustion”-pembakaran dalaman.
Manakala, perkataan Arab bagi menunjukkan makna bulan ialah “qamar” dan dihuraikan dalam Al-Quran sebagai “Muneer”, yang bermaksud sesuatu yang diberikan cahaya (nur). Sekali lagi huraian Al-Quran menunjukkan kesesuaiannya dengan fakta sains-cahaya bulan adalah cahaya yang dipantulkan. Sehinggakan dalam Al-Quran bulan tidak pernah disebut sebagai “siraaj”, “wahhaaj” ataupun “diyaa” atau matahari sebagai “nur” dan “muneer”. Ini membuktikan bahawa Al-Quran dapat membezakan sifat matahari dan bulan. laitu matahari menghasilkan cahayanya sendiri dan bulan menerimanya.
Perhatikan ayat di bawah yang membezakan sifat antara matahari dan bulan.
“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya.” (Surah Yunus:5)
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita ?” (Surah Nuh : 15-16)
Ke-26
MATAHARI BERPUTAR (DIATAS PAKSINYA)
Pada zaman dahulu, ahli falsafah dan saintis barat percaya bahawa, bumi terletak di tengah (pusat) alam dan setiap objek angkasa termasuklah matahari berputar mengelilingi bumi. Di Barat, kepercayaan ini ( konsep Geocentric) telah diterima-pakai semenjak zaman Ptolemy ( 200 B.C ). Pada 1512, Nicholas Copernicus telah membentangkan teorinya (Heliocentric Theory of Planetary Motion), dan beliau menegaskan bahawa-matahari terletak di tengah-tengah sistem solar dan planet-planet lain mengelilinginya.
Pada 1609, seorang saintis Jerman, Yohannus Keppler telah memperkenalkan “Astronomia Nova” yang mengatakan bahawa planet-planet bukan sahaja bergerak di atas orbit masing-masing mengelilingi matahari, malah mereka juga berputar di atas paksi masing-masing dengan kelajuan yang luar biasa. Maka dengan fahaman ini (Astronomia Nova), para saintis Eropah dapat memberi huraian yang betul tentang mekanisma-mekanisma sistem solar, termasuklah mengenai pergantian malam dan siang yang silih berganti.
Walaubagaimanapun selepas penemuan-penemuan ini, para saintis masih lagi mempercayai bahawa matahari tidak berputar di atas paksinya seperti bumi. Saya masih lagi ingat semasa saya masih bersekolah dahulu, fahaman salah ini masih lagi di ajar.
Mari kita fahami ayat al-Quran di bawah;
“(Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya” (Surah Al-Anbiyaa: 33)
Perkataan Arab yang digunakan dalam ayat di atas ialah “Yasbahuun”. Perkataan ini asalnya dari perkataan “sabaha” yang bermaksud pergerakan yang datang dari objek yang bergerak. Kalau ia digunakan untuk seorang manusia di darat – ini bermakna manusia itu sedang berlari / berjalan. Manakala, jika ia digunakan untuk seorang manusia dalam air, ia bererti manusia itu sedang berenang.
Begitulah juga, jika perkataan “Yasbah” digunakan untuk objek-objek angkasa, contohnya matahari, ia memberi 2 makna iaitu ; objek tersebut bukan sahaja bergerak di ruang angkasa, tetapi ia juga berputar atau berpusing (di atas orbitnya). Kenyatan bahawa matahari berputar di atas paksinya boleh dibuktikan dengan suatu alat yang boleh memancarkan cahaya matahari apabila alat tersebut diletakkan di atas meja. Alat ini akan memudahkan manusia mengkaji matahari tanpa merosakkan mata. Melalui alat ini, didapati matahari mengambil masa 25 hari untuk melakukan satu putaran lengkap di atas paksinya.
Tambahan lagi, matahari bergerak dalam orbitnya dengan kelajuan 14 lebih kurang 150 batu sesaat dan akan mengambil masa selama 200 juta tahun untuk melengkapkan satu pusingan dalam “Milky Way Galaxy”
“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang.Dan masing-masing beredar pada garis edarnya” (Surah Yaasin : 40)
Ayat Al-Quran di atas menceritakan tentang fakta yang sangat penting yang ditemui oleh para astronomi moden. Fakta tersebut ialah kewujudan orbit bagi matahari dan bulan, dan juga perjalanan kedua-duanya dalam angkasa dengan gerakan sendiri.
Gerakan matahari ke suatu tempat yang telah “ditentukan”, membawa bersama gerakannya sistem solar, telah dikenal-pasti oleh penemuan astronomi moden. Dan ia dinamakan sebagai “Solar Apex”. Sistem solar sebenarnya bergerak menuju ke suatu titik yang terletak di dalam kumpulan bintang-bintang (Alpha Lyrae) yang telah ditentukan lokasi sebenar.
Manakala, bulan pula bergerak di atas paksinya dengan mengambil masa yang sama untuk mengelilingi bumi. la mengambil masa lebih kurang 29.5 hari untuk melengkapkan satu pusingan.
Pastinya, seseorang individu akan berasa kagum tentang ketepatan Al-Quran di atas dengan fakta sains sekarang. Bukankah kita patut memikirkan tentang “apakah sumber sebenar bagi fakta-fakta pengetahuan yang terkandung dalam Al-Quran?”
Ke-27
MATAHARI AKAN TERPADAM DENGAN SENDIRINYA SELEPAS SUATU JANGKA MASA
Cahaya matahari sebenarnya terhasil daripada proses kimia di atas permukaannya dan ia berterusan hingga sekarang semenjak 5 bilion tahun yang lampau. Sebagai makhluk Allah, matahari pastinya akan “mati” (padam cahayanya). Cahaya matahari akan terpadam pada satu masa yang ditentukan yang akan menyebabkan kepupusan makhluk di dunia ini. Ayat Al-Quran di bawah ini mengandungi fakta yang mengatakan matahari tidak akan kekal ;
“(Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketepatan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui” (Surah Yaasin : 38)
Perkataan Arab yang digunakan dalan ayat Al-Quran tersebut ialah “mustaqarr” yang bermaksud suatu masa atau tempat yang telah ditentukan. Maka, Al-Quran mengatakan bahawa matahari bergerak / berputar menuju ke suatu tempat dan ia akan berbuat demikian apabila tiba satu masa yang juga telah ditetapkan dan ini bermakna ia akan terpadam dengan sendirinya (pada tempat dan waktu tersebut).
Ke-28
KEWUJUDAN OBJEK-OBJEK ANTARA BINTANG-BINTANG (INTERSTELLAR MATTERS)
Ruang angkasa selain daripada bintang-bintang dan lain-lain, dulunya dipercayai sebagai ruang vakum. Tetapi ahli saintis ( ahli astrofizik) kemudiannya mengesan kewujudan objek-objek antara bintang-bintang (bridges of matter).
Objek-objek antara bintang-bintang dikenali sebagai plasma. Plasma ialah gas ion yang mengandungi elektron bebas dan ion positif. la (plasma) juga dikenali sebagai objek / bahan keempat, selain daripada pepejal, cecair dan gas. Al-Quran ada menyebutkan tentang kewujudan plasma.
“Yang menciptakan langit dan burni dan apa yang terdapat antara keduanya” (Surah Al-Furqaan ; 59)
Kita semua mengetahui bahawa kewujudan plasma adalah penemuan sains moden, dan pada 1,400 tahun dahulu (semasa Al-Quran diturunkan) tiada seorangpun yang terfikir mengenainya, maka dari manakah datangnya maklumat mengenai kewujudan plasma dalam Al-Quran ?
Ke-29
TUMBUH-TUMBUHAN DIJADIKAN BERPASANG-PASANGAN (JANTAN & BETINA)
Pada masa dahulu, manusia tidak mengetahui bahawa tumbuh-tumbuhan juga mempunyai perbezaan jantina, iaitu ia terdiri daripada jantan dan betina. Walaupun sesetengah tumbuhan adalah uniseks, tetapi masih terdapat padanya elemen-elemen yang membezakan jantina mereka (jantan & betina).
“..dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam” (Surah Thaahaa : 53)
Ke-30
BUAH-BUAHAN DIJADIKAN BERPASANG-PASANGAN (JANTAN & BETINA)
“…Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasang” (SurahAl-Ra’d: 3)
Buah adalah hasil terakhir bagi proses yang berlaku pada pokok-pokok yang matang. Bunga pada pokok merupakan ‘alat’ untuk menghasilkan buah. Bunga terdiri daripada 2 bahagian ; jantan (stamen) dan betina (ovul). Apabila debu bunga diterbangkan ke bunga yang lain, ia akan menjalani proses untuk menghasilkan buah dan apabila buah tersebut ranum, ia akan menggugurkan biji benihnya pula. Walau apapun, kejadian buah-buahan ini menunjukkan kewujudan organ jantan dan betina bagi sesuatu tumbuh-tumbuhan ; fakta yang terkandung dalam Al-Quran.
Bagi sesetengah spesis pokok pula, penghasilan buah adalah melalui bunga-bunga pokok yang uniseks. Antara contoh spesis-spesis pokok uniseks ialah ; pokok pisang, beberapa jenis nenas, limau dan lain-lain. Walaupun begitu, pokok-pokok ini juga mempunyai karektor-karektor jantina yang jelas.
Ke-31
SETIAP MAKHLUK DIJADIKAN BERPASANG-PASANGAN
“Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasang” (Surah Adz-Dzaariyaat : 49)
Ini merujuk kepada makhluk selain daripada manusia, haiwan-haiwan, tumbuhan-tumbuhan dan buah-buahan. Sebagai contoh, ia merujuk kepada fenomena penghasilan arus elektrik yang terdiri daripada atom negative dan atom positif iaitu elektron dan proton.
“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan berpasang-pasangansemuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka mahupun dari apa yang tidak mereka ketahui” ( surah Yaasin : 36)
Dalam ayat Al-Quran di atas, Allah S.W.T. menceritakan bahawa semua makhluk ciptaan-Nya adalah berpasang-pasangan, termasuklah juga makhluk yang tidak diketahui oleh manusia sekarang.
sumber :
http://www.darulkautsar.com/keindahanislam…s.htm#ASTRONOMI
http://ittutor.net/forums/lofiversion/index.php/t32047.html
Filed under: Sience dan Agama | Leave a Comment »



